Matahari adalah bintang di pusat Tata Surya. Bintang ini merupakan bola raksasa yang nyaris sempurna dari plasma panas, yang dipanaskan hingga mencapai keadaan pijar oleh reaksi fusi nuklir di intinya, dan memancarkan energinya dari permukaan terutama sebagai cahaya tampak dan radiasi inframerah dengan 10% pada tingkat energi ultraviolet. Matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi. Matahari telah menjadi objek pemujaan di berbagai budaya dan subjek sentral dalam penelitian astronomi sejak zaman kuno.
Matahari mengorbit Pusat Galaksi pada jarak 24.000 hingga 28.000 tahun cahaya. Jarak rata-ratanya dari Bumi adalah sekitar 1,496×108 kilometer atau sekitar 8 menit cahaya. Jarak antara Matahari dan Bumi digunakan untuk mendefinisikan satuan panjang yang disebut satuan astronomi (sa), yang kini didefinisikan secara presisi sebesar 149,5978707×106 kilometer. Diameternya sekitar 1,391,400 km (864,600 mi), 109 kali lipat dari diameter Bumi. Massa Matahari sekitar 330.000 kali lipat massa Bumi, yang mencakup sekitar 99,86% dari total massa Tata Surya. Massa lapisan permukaan Matahari, yakni fotosfernya, sebagian besar terdiri dari hidrogen (~73%) dan helium (~25%), beserta elemen yang lebih berat dalam jumlah yang jauh lebih kecil, termasuk oksigen, karbon, neon, dan besi.
Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar[a] tahun yang lalu dari peristiwa keruntuhan gravitasi materi di dalam suatu wilayah dari awan molekuler yang besar. Sebagian besar materi ini terkumpul di pusatnya; sementara sisanya memipih menjadi piringan yang mengorbit dan menjadi Tata Surya. Massa di bagian pusat tersebut menjadi begitu panas dan padat sehingga pada akhirnya memicu fusi nuklir di bagian intinya. Matahari saat ini diklasifikasikan sebagai bintang deret utama tipe-G (G2V). Setiap detiknya, inti Matahari memfusikan sekitar 600 miliar kilogram (kg) hidrogen menjadi helium dan mengubah 4 miliar kilogram materi menjadi energi.
Sekitar 4 hingga 7 miliar tahun dari sekarang, ketika fusi hidrogen di inti Matahari menyusut hingga ke titik di mana Matahari tidak lagi berada dalam keadaan kesetimbangan hidrostatik, intinya akan mengalami peningkatan kepadatan dan suhu yang signifikan yang akan menyebabkan lapisan luarnya mengembang, dan pada akhirnya mengubah Matahari menjadi raksasa merah. Setelah fase raksasa merah, pemodelan menunjukkan bahwa Matahari akan melepaskan lapisan luarnya dan menjadi jenis bintang pendingin yang padat (sebuah katai putih), dan tidak lagi menghasilkan energi melalui fusi, melainkan akan tetap bersinar dan memancarkan panas dari proses fusi sebelumnya selama mungkin triliunan tahun. Setelah itu, secara teoretis ia akan berubah menjadi katai hitam yang sangat padat, dan memancarkan energi dalam jumlah yang dapat diabaikan.
Sumber: Wikipedia